Tentang Kami

  • Home -
  • METODE PEMBELAJARAN

Metode pembelajaran

Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar mempergunakan sistem Cara Belajar Mahasiswa Aktif atau SCL (Student Centered Learning) berupa perpaduan antara metode ceramah (lecture), diskusi (tutorial), praktek Lab (demonstrasi), Seminar, Roleplay, Banchmarking, dengan menekankan agar mahasiswa akan terlatih untuk mempunyai tanggungjawab serta lebih aktif dalam proses pembelajaran.

Tujuan Penyelenggaraan Ujian

Maksud dan tujuan penyelenggaraan ujian mata kuliah adalah menilai:

1. Kemampuan mahasiswa memahami dan menguasai bahan dari satuan mata kuliah yang telah diajarkan selama 1 (satu) semester.
2. Hasil pencapaian mata kuliah yang diajarkan oleh dosen pengasuh mata kuliah.
3. Bentuk EvaluasiTerhadap kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dilakukan evaluasi secara berkala yang berbentuk ujian dan non ujian.
4. Ujian dapat dilakukan dalam bentuk penugasan, kuis, ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
5. Nilai hasil evaluasi merupakan gabungan dari nilai ujian dan non ujian berupa hard skill dan soft skill.
6. Khusus mata kuliah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) tidak diadakan ujian semester penilaian dapat melalui proses pengamatan (softskill), kehadiran dan tugas, serta penilaian praktek laboratorium dan praktek Klinik.
7. Non Ujian dilakukan dalam bentuk pengamatan (softskill), penelitian, kehadiran, partisipasi dan tugas mahasiswa.
8. Nilai hasil evaluasi merupakan gabungan dari nilai ujian dan non ujian berupa hard skill dan soft skill.

Persyaratan Mengikuti Ujian

1. Mata kuliah Non KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi).

1. Mahasiswa yang diperbolehkan mengikuti ujian akhir semester satu mata kuliah adalah mereka yang telah mengikuti sekurang-kurangnya 75% dari semua kegiatan akademik mata kuliah tersebut selama satu semester.
2. Mahasiswa yang presentase kehadiran antara 50% - 74% akan mendapat bimbingan khusus dengan perkuliahan lima kali pertemuan ditanggung oleh mahasiswa tersebut.
3. Mahasiswa yang presentase kehadiran ≤ 49% wajib memprogramkan secara reguler pada semester yang sama tahun berikutnya.

2. Mata Kuliah KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi).

1. Mahasiswa yang diperbolehkan mengikuti ujian akhir semester satu mata kuliah adalah mereka yang telah mengikuti sekurang-kurangnya 80% masing-masing Dosen dalam TIM Pengasuh mata ajar (Lecture), untuk tutorial, panel dan praktek Laboratorium harus diikuti 100 %..
2. Mahasiswa yang tidak mengikuti Lecture maka diberikan penugasan dari materi, dan diperkenankan mengikuti tutorial, panel dan praktek Laboratorium.
3. Bagi Mahasiswa yang tidak mengikuti Tutorial, panel, dan praktek laboratorium akan diberikan penugasan sebagai syarat untuk mengikuti tutorial, panel dan praktek laboratorium berikutnya, ketidakhadiran tutorial, panel dan praktek laboratorium maksimal 2 kali dalam satu mata kuliah.

3. Pemberian Nilai Hasil belajar.

1. Penilaian hasil belajar program diploma dan sarjana dinyatakan dengan huruf A, B, C, D dan E yang masing-masing melalui nilai konversi 4, 3, 2, 1 dan 0.
2. Nilai A, B, C adalah nilai lulus, sedangkan nilai D dan E adalah nilai tidak lulus.
3. Nilai C dapat diulang pada akhir program bilamana Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) ≤ 3.10 dengan ketentuan sebagai berikut :

IPK SKS
3.01 - 3.10 5
2.76 - 3.00 12
2.51 - 2.75 18
≤ 2.50 24

4. Apabila telah mengikuti ujian ulang dan mendapat nilai D dan E maka diharuskan mengikuti perkuliahan pada semester yang sama.

4. Selain nilai A sampai E digunakan pula nilai K (Kosong) dan nilai T (Tunda)
5. Nilai K adalah nilai yang diberikan kepada mahasiswa yang mengundurkan diri secara sah dan tertulis atas persetujuan Ketua Program Studi.
6. Nilai T adalah nilai yang ditunda karena belum semua tugas akademik diselesaikan oleh mahasiswa pada waktunya.
7. Batas waktu berlakunya nilai T adalah 1 (satu) bulan terhitung sejak nilai dikeluarkan. Apabila mahasiswa tidak menyelesaikan tugasnya dalam waktu tersebut, maka nilai T diubah secara otomatis menjadi nilai E oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK).
8. Penilaian hasil evaluasi dilakukan oleh dosen pengasuh mata kuliah.
9. Nilai hasil belajar pada akhir semester adalah gabungan nilai dari semua bentuk ujian selama semester berjalan.
10. Pembobotan masing-masing bentuk ujian untuk memperoleh nilai kumulatif diakhir semester dan nilai lulus diserahkan kepada masing-masing dosen, sesuai standar yang telah ditetapkan sebagai berikut :
Nilai Absolut Nilai Mutu Nilai Lambang
80 - 100 4.00 A
70 - 79 3.00 B
56 - 69 2.00 C
41 - 55 1.00 D
0 – 40 0 E
Nilai Tunda T

11. Selain pembobotan diatas, khusus pada penilaian tutorial dipergunakan pula penilaian soft skill selain hard skill diatas, sebagai berikut : Disiplin uniform, organisasi kelas, kegiatan seminar, menggunakan fasilitas kampus, kegiatan seni dan olahraga, kegiatan kemasyarakatan, kegiatan ilmiah, kegiatan kerja bakti, tata krama komunikasi.
12. Nilai hasil belajar mahasiswa dicantumkan pada Kartu Hasil Studi (KHS).
13. Nilai hasil belajar untuk setiap mata kuliah yang berbentuk TIM akan diolah oleh koordinator mata ajar sebelum diserahkan ke bagian Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK).
14. Setiap semester, program studi melakukan evaluasi terhadap mahasiswa dan dosen.
15. Yudisium dilakukan setiap akhir semester.
16. Indeks Prestasi.
>17. Keberhasilan studi mahasiswa program diploma dan sarjana dinyatakan dengan indeks prestasi (IP) yang dihitung melalui konversi nilai bilangan.
18. Indeks Prestasi Semester (IPS) dihitung dengan nilai ujian dan bobot kredit setiap mata kuliah yang tercantum dalam KRS dengan rumus sebagai berikut:
(N x K)
IPS = --------------------
K
K = Besarnya bobot kredit mata kuliah
N = Nilai huruf dikonfersi ke bentuk bilangan
19. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dihitung dari semua nilai mata kuliah dari semua semester yang sudah diikuti oleh mahasiswa dengan menggunakan rumus seperti tersebut di atas, dengan catatan bahwa tiap mata kuliah hanya mempunyai 1 (satu) nilai.
20. Dalam perhitungan IPS dan IPK nilai K dan nilai T tidak diikutkan.
21. Baik IPS maupun IPK dicantumkan pada KHS.

Mekanisme Program Mata Kuliah

1. Jumlah SKS yang boleh diprogramkan oleh mahasiswa pada semester ganjil ditentukan oleh besarnya IPS pada semester ganjil sebelumnya. Hal ini berlaku pula bagi semester genap.
2. Jumlah SKS yang boleh diprogramkan oleh mahasiswa yang cuti akademik/mengundurkan diri dari semua mata kuliah, IPS-nya ditentukan pada semester sebelum cuti/mengundurkan diri.
3. Pedoman tentang penetapan jumlah SKS yang dapat diambil oleh mahasiswa program diploma dan sarjana adalah sebagai berikut:
IPS Semester Ganjil/Genap sebelumnya Jumlah SKS maksimal yang boleh diprogramkan pada semester ganjil/genap berikutnya
3.00 – 4.00 24
2.50 – 2.99 22
2.00 – 2.49 20
1.50 – 1.99 18
0.00 – 1.49 16